Brebes Dan Pembebasan

4 08 2011

Ketika realitas kontemporer terkuak dan kemudian muncul gambaran : pertumbuhan penduduk berhadapan secara tidak seimbang dengen ketersediaan pangan, masyarakat berbenturan dengan fenomena alam dan masyarakat teknologi industrial merasakan keterasingan dahsyat yang mengungkungi eksistensinya, ini berarti manusia sedang menghadapi problem “krisis pangan dan energi” oleh karena itu ketahanan pangan dan energi yang bararti menswasembadakan manusia menjadi kata kunci yang paling penting dan mendasar bagi segala upaya solutif untu meningkatkan kesejahteraan umat manusia dalam setiap dimensi kehidupanya.

Pertanian, energi dan sumber daya mineral  saat ini telah menadapkan tekanan yang yang besar akibat pertambahan penduduk yang mengakibatkan semakin menurunya skala usaha. Belum lagi struktur penguasaan tanah yang tidak seimbang menyababkan semakin banyaknya alih fungsi lahan menjadi basis industri perumahan. Upaya pembebesan, dengan demikian merupakan agenda utama yang seharusnya mendasari setiap ideologi pembangunan, baik yang sistemik institusional maupun imaginatik-improvisasional yang pada situasi kontemporer ini sangat didominasi oleh pasar ekonomi kapitalistik dan mekanisme negara dengan politik totalitarian , dengan segala bentuk varian industrialnya yang berskala lokal dan global. Suatu kenyataan yang ambiguik yang seringkali mengantarkan kita pada sitruasi yang ironis dan tragis, namun – pada saat yang sama- sesungguhnya menentang segala potensi kita untuk mendayagunakan “yang telah ada” dan membuka kemungkianan-kemingkianan “yang belum ada” demi program kemanusiaan, KETAHANAN PANGAN &ENERGI.

 

Di sini dengan sendirinya akan memunculkan berbagai pertanyaan : dimanakah sesungguhnya jalan ketahan pangan dan energi itu? Apakah di jalan ujung berung, di negeri antah brantah ataukah jangan-jangan sudah terbuang di laut?

Brebes – sebagai sebuah entitas yang terintegral dari sebuah bangsa yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto rahajo  ini – yang terhijab oleh kepolosan masyarakat, kepongkahan pejabat, kebobrokan birokrat dan tandusnya alam yang seakan tiada manfaat mencoba melampaui pertanyan-pertannyaan di atas dengan menawarkan (dari zaman alif tapi tiada yang sadar) sebuah jalan pembebasan yang dalam bahasanya sendiri disebut pemberdayaan “kearifan lokal” yang senantiasa sudah siap bersedia menyatakan keterlibatan emosi yang tulus dengan visi moral dan spiritual yang menunjuk pada pengalaman sejarah dinamika kehidupan manusia di Brebes itu sendiri. Hal ini ada pada Brebes dengan komoditas alamiahnya seperti, bawang merahnya yang begitu wahhh… Telur asin dan Bebeknya yang begitu masir dan meriah,.. sapi jabresnya yang coklat meronah, alamnya yang masya alloh,.. minyaknya yang akan melimpah,.. keramatnya yang selalu bertuah dan masyarakatnya yang banyak dan selalu ramah.

Dengan keniscayaan ini juga, sudah saatnya Brebes melakukan kerja keras membongkar perwujudan tradisi dan bangunan pemikiran dari para pejabat, birokrat dan masyarakatnya yang bobrok, korup dan yang sejenisnya, yang karena berbagai proses sejarah yang panjang telah mengalami berbagai distorsi dan dogmatisasi sehingga tradisi kehidupan Brebes seringkali justru menjadi faktor penghambat bagi suatu gerakan pembebasan. Melalui gerakan “keniscayaan” Brebes sudah saatnya membuktikan watak liberatif dan progresif dari entitas-entitas Brebes itu sendiri. Sebab “keniscayaan” esensi kekuatan pembangunan ketahanan pangan dan energi terletak pada watak pembebesan di Brebes yang selalu terhijab dan karena esensi itulah Brebes sudah saatnya mencoba ikut mamaknai perubahan kehidupan dikawasan pembanguanan berbasis komuditas di ranah pangan dan energi. Siapa Berani mencoba, jangan sampai Brebes menjadi objek spekulasi wangsitnya Jayabaya yang banyak diterjemahkan dengan Brebes yang sebenarnya “Baldatun Thoyibah Wa Robbun Ghofur” tetapi akan selalu terhijab oleh tingkah polah pejabat dan birokratnya yang “Masya Allohhhhh” tiap episode selalu terjadi penurunan kualitas. Semoga.

By: Fahmiy Brajanala


Aksi

Information

Kasih komentar ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: