IBU

27 09 2011

Aku pasti akan kembali, ibu
Kan kukecup keningmu yang suci

Ku hanya mendatangimu ketika ku merindukanmu
Dan kuhisap semerbak harum kedua tanganmu

Ku bersimpuh di kedua kakimu
Menetes airmataku ketika bertemu denganmu

Kubasahi tanah dengan tetesan air mataku
Gembira melihat elok wajahmu

Berapa kali, engkau begadang di waktu malam
Agar ku dapat tidur, menutup kelopak matakku

Berapa kali, engkau menahan haus
Demi memberiku susu kala ku meronta-ronta

Ketika aku sedang sakit, ku tidak tak lupa
Tiada henti-hentinya air matamu mengucur bagaikan hujan

Seluruh waktumu tersita
Hanya karena mengkhawatirkanku

Alangkah sering ucapanku mencabik-cabik perasaanmu

Kala itu, engkau mengucap kata
Yang tetap kuingat sepanjang hayatku

“Mustahil, aku tak mencintaimu, duhai belahan dadaku.”

Umurku terbekati karenamu, wahai ibu

Rabb Pencipta alam semesta, berikan ku petunjuk
Ridhomu adalah kunci keberhasilanku

Dengan mencintaimu, tertolong imanku

(Terjemahan Bebas dari Nasyid karya Ahmad Bukhatir)

By: Aan Yudha Pratama on his facebook


Aksi

Information

Kasih komentar ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: