Kiat Sukses Mencari Ilmu

12 11 2011

Ilingo dak hasil ilmu nanging enem perkoro

Bakal tak ceritaake kumpule kanti pertelo

Rupane limpat lubo sabar ono sangune

lan piwulange guru lan seng suwe mangsane

Di zaman yang serba canggih ini kita masih sering mendapati anak_anak didik belum sepenuhnya menerima apalagi mengamalkan apa yang selama ini mereka serap di bangku pendidikan, bisa di katakan proses pendidikan mereka belum berhasil. Di sisi yang lain kita sering mendengar keluhan dari orang tua tentang kesulitan anaknya menerima pelajaran, atau karena kenakalan anaknya yang telah melampaui batas kewajaran. Yang lebih ironis lagi saat ini telah terjadi krisis moral di kalangan remaja maupun dewasa.

Dalam realitas yang seperti ini pastilah lembaga pendidikan atau orang yang berkecimpung di dalamnya (tenaga pendidik dan kependidikan) akan menjadi sorotan utama atas apa yang terjadi saat ini. Sebagai manusia biasa tentulah mereka tidak sempurna, namun yang pasti mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak_anak didiknya.

Sebagai orang tua yang bijaksana seyogyanya kita mampu memahami realitas yang ada dan mencoba untuk introspeksi diri kembali guna mencari sumber dari permasalahan yang terjadi, kemudian mencari solusi yang terbaik untuk permasalahan ini.

Mungkin proses yang berjalan di lembaga pendidikan kurang maksimal, mungkin juga orang tua kurang mampu membantu anaknya dalam belajar, atau sang anak itu sendiri yang tidak serius dalam proses belajarnya. Atau mungkin juga ada hal_hal yang terlupakan atau mungkin memang sengaja tidak kita hiraukan.

Dari pemamaparan sang nadhim (penyusun nadhom) yang telah kami sebutkan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam mencari ilmu di perlukan beberapa syarat yang seyogyanya di miliki dan di mengerti oleh oleh sang pecari ilmu . di antara syarat_tersebut adalah :

  •   Cerdas

Syarat dan modal utama yang harus di miliki sang pecari ilmu adalah “kecerdasan”. Yang di maksud kecerdasan di sini adalah akal yang sehat, akal yang sehat di tandai dengan kemampuan berfikir, jadi modal utama untuk mencari ilmu adalah adaya akal pikiran yang masih sehat (tidak mengalami gangguan jiwa). Jadi semua orang yang yang masih memiliki akal yang sehat mampu untuk mencari ilmu, sebodoh apapun dirinya selagi ia masih berakal sehat, mau berusaha dan berdoa pasti dia akan berhasil dalm mencari ilmu.

  • Serakah

Syarat kedua yang harus di miliki pencari ilmu adalah “ keserakahan” . yang di maksud keserakahan disini bukanl;ah keserakahan dalam kepemilikan harta namun keserakahan dalam mencari ilmu, sebagaimana kita pahami bersama orang yang serakah tidak akan pernah puas dengan apa yang di milikinya, ia selalu ingin mencapai yang lebih dari apa yang sudah di milikinya, nah ketika hal ini sudah di miliki oleh sang pencari ilmu maka ia tak akan terhenti oleh apapun guna memenuhi keinginananya dalam mencari ilmu.

  • Sabar

Imam Abdullah bin Alwi al Haddad mengkategorikan sabar ke dalam tiga kelompok, pertama sabar dalam menjalankan perintah Allah, kedua sabar dalam menjauhi larangan Allah, dan ketiga sabar dalam menerima musibah dan cobaan. Dalam konteks pendidikan seseorang harus memiliki kesabara ekstra karena dalam menjalani proses pendidikan akan di dapati hal_hal yang tidak sesuai keinginan, misalnya para peserta didik seringkali menerima tugas dari guru, hal ini sangat tidak menyenangkan bagi mereka. Nah dari situ dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam mencari ilmu dan menjalani proses pendidikan di butuhkan kesabaran.

  • Bekal

Setiap manusia hidup butuh bekal baik yang bersifat materiel maupun spirituil. Hala ini tidaklanh lepas dalam dunia pendidikan, dimana segala sesuatu memang membutuhkan bekal (modal). Bagaimana kita bisa mencatat pelajaran jika kita tak berbekal buku dan pena. Bagaiman kita bisa membaca jika kita tak berbekal kitab dan buku panduan. Bagaimana proses pendidikan berjalan jika tak ada bekal dari kita yang kemudian di alokasikan untuk biaya operasional sekolah.

  • Petunjuk guru

Setiap manusia yang lahir di dunia ini pasti membutuhkan bimbingan, pengajaran, pendidikan, dan pengarahan. Ketika seorang bayi lahir di dunia dia membutuhkan seorang ibu yang merawatnya dan mengajarinya cara makan dan minum dll. Mereka juga butuh pendidikan sebagai usaha dalam membentuk kepribadian mereka. Mereka juga butuh pengarahan karena tak selamannya manusia bisa berjalan di atas rel yang telah di tentukan. Oleh karenanya dalam proses mencari ilmu di butuhkan seorang guru, meskipun saat ini sudah banyak buku_buku panduan yang mampu mengarahkan anak untuk menjadi manusia terpelajar namun sosok guru tetap sangat di perlukan sebab naluri manusia bisa berubah seiring masa jikalau tak ada yang mengarahkannya.

  • Waktu yang lama

Proses pencarian ilmu tidaklah sama dengan proses memasak mi indomie yang tinggal di seduh dan siap di makan. Proses pencarian ilmu membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang, karena dengan hal itu di harapkan hasil yang tercapai bisa lebih maksimal. Ibarat buah yang masak dengan bantuan karbit dan buah yang masak dengan sendirinya maka hasilnya akan berbeda, baik dari sisi bentu maupun rasa. Buah yang di beri karbit akan lebih cepat masak, sedangkan buah yang tidak di beri karbit masaknya lebih lama, namun hasil yang di capai memang lebih maksimal.  Hal ini menunjukkan bahwa proses yang baik memang membutuhkan waktu yang lama di serati kesabaran dan ketekunan.

Wallahu a’lam bis showab

By Mas Karebetz on his account facebook


Aksi

Information

2 responses

25 01 2012
Ajoesh Sanz

2 trakhir itu yg biasanya jd kendala..
apa lagi jenjang universitas..
klo g pinter2 kita sndiri..kita g kan dpt pembimbing..
dan masalah waktu
menginjak skripsi pasti ada aja yg dipersulit..
bisa jadi kita mengulang kembali jika tidak sesuai target..
tp mnurutku pokok intinya kembali pada kesabaran

26 01 2012
piq2001

jangan pake kata “menginjak”, kasihan, sakit lho diinjak2 ituh…🙂

Kasih komentar ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: